WELCOME TO !!! JOGJA SEMUT ART

Rabu, 25 Januari 2012

Fakta Jogja

Kota Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekaligus tempat kedudukan bagi Sultan Yogyakarta dan Adipati Pakualam. terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah.
 Hari jadi 4 Maret 1950
Dasar hukum U.U.No 3/1950
Koordinat 8º 30' - 7º 20' LS
109º 40' - 111º 0' BT
Pemerintahan
- Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X
Luas
- Total 3.185,80 km2
Populasi (2010)[1]
- Total 3.452.390
Demografi
- Suku bangsa Jawa (97%), Sunda (1%) [2]
- Agama Islam (91,4%), Katolik (5,4%), Protestan (2,9%), Lain-lain (0,3%)
- Bahasa Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia

13 Fakta Unik Kota Jogja

Fakta tentang Jogja
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(KLA PROJECT, Yogyakarta)

Penggalan syair Kla Project di atas tidak pernah hilang dari ingatan dan selalu membuat misterluthfi rindu dengan Jogja dan suasana keramahannya. Ah, Jogja….

Selain sebagai kota budaya yang memiliki ciri khas yang tak terlupa, ternyata Jogja juga menyimpan keunikan lain yang mungkin belum pernah terbesit di kepala kita. Ini dia kumpulan fakta – fakta dari kota Jogja

  1. Kota Jogja memiliki nama lain terbanyak. Nama-nama itu adalah Jogja , Yogya , Jogjakarta , Yogyakarta , Djogja , Ngayogyakarta , Ngayogyakarta Hadiningrat , Yoja/Yojo .
  2. Satu – satunya nama kota yang dapat dipotong/dipenggal . Yogyakarta > Yogya                      Jogjakarta > Jogja
  3. Kota dengan sebutan terbanyak di Indonesia, seperti: Kota Gudeg , Kota Pendidikan , Kota Budaya , Kota Seniman , Kota Bakpia .
  4. Satu – satunya kota yang pernah menjadi ibu kota Indonesia sebelum dipindahkan lagi ke Jakarta . Antara awal tahun 1946 hingga akhir tahun 1949 ibu kota Indonesia dipindah ke Yogyakarta kemudian dipindah kembali ke Jakarta .
  5. Banyak tokoh – tokoh besar Indonesia lahir di kota ini , Jogja. Beberapa tokoh yang lahir di Yogyakarta :
    • Presiden Soeharto
    • Presiden Megawati
    • Mantan Ketua MPR Amien Rais
    • Hidayat N Wahid
    • Wapres Boediono
  6. Yogyakarta, kota tempat SBY pernah menjadi Komandan Korem 403/Pamungkas di Yogyakarta
  7. Tempat kelahiran organisasi Islam Modern terbesar di Indonesia, Muhammadiyah .
  8. Tugu jogja adalah salah satu landmark Jogja , padahal bentuk aslinya bukan seperti itu . Tugu asli itu bernama tugu GOLOG GILIG , yang rusak karena gempa kemudian direnovasi menjadi seperti bentuk sekarang .
  9. Nama kota ini dibuat lagu yang sama dengan nama kota ini ‘Yogyakarta’ yang di populerkan oleh KLA PROJECT .
  10. Pembangunan Kraton kesultanan Yogyakarta dan Tugu Jogja dibangun lurus dengan pantai selatan Jawa dan Gunung Merapi , seakan terdapat garis imaginer yang menghubungkannay ( Gunung Merapi – Tugu Jogja – Kraton Yogya – Pantai Selatan )
  11. Salah satu sungai ( Code ) yang membelah kota Yogja di buat film yang berjudul JAGAD X CODE , dibaca jagad kali code .
  12. Walaupun ibukota di Jakarta , di kota ini terdapat istana presiden , tepatnya di Jalan Ahmad Yani Yogyakarta.
  13. Jogja memiliki satu even satu-satunya di Indonesia yaitu Jogja Java Carnival , carnival malam hari di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-alun Kraton Jogja.

Jumat, 20 Januari 2012

Jogja/Jogjakarta/Yogya/Yogyakarta

Kota Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahanDaerah Istimewa Yogyakarta, dan sekaligus tempat kedudukan bagi Sultan Yogyakarta  dan Adipati Pakualaman.
Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara1575-1640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Karaton Ngayogyakarta dan Puro Pakualaman, yang merupakan pecahan dari Mataram
Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang,  "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik". Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuana II sebagai Dalem Ayogya
Tugu Jogja merupakan landmark Kota Yogyakarta yang paling terkenal. Monumen ini berada tepat di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro. Tugu Jogja yang berusia hampir 3 abad memiliki makna yang dalam sekaligus menyimpan beberapa rekaman sejarah .
 Tugu Jogja kira-kira didirikan setahun setelah Kraton Yogyakarta berdiri. Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan. Semangat persatuan atau yang disebut golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), sehingga disebut Tugu Golong-Gilig.
Secara rinci, bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas. Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar sementara bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu pada awalnya mencapai 25 meter.
Semuanya berubah pada tanggal 10 Juni 1867. Gempa yang mengguncang Yogyakarta saat itu membuat bangunan tugu runtuh. Bisa dikatakan, saat tugu runtuh ini merupakan keadaan transisi, sebelum makna persatuan benar-benar tak tercermin pada bangunan tugu.
Keadaan benar-benar berubah pada tahun 1889, saat pemerintah Belanda merenovasi bangunan tugu. Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu. Bagian puncak tugu tak lagi bulat, tetapi berbentuk kerucut yang runcing. Ketinggian bangunan juga menjadi lebih rendah, hanya setinggi 15 meter atau 10 meter lebih rendah dari bangunan semula. Sejak saat itu, tugu ini disebut juga sebagai De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.
Perombakan bangunan itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja. Namun, melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, bisa diketahui bahwa upaya itu tidak berhasil.
Bila anda ingin memandang Tugu Jogja sepuasnya sambil mengenang makna filosofisnya, tersedia bangku yang menghadap ke tugu di pojok Jl. Pangeran Mangkubumi. Pukul 05.00 - 06.00 pagi hari merupakan saat yang tepat, saat udara masih segar dan belum banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang. Sesekali mungkin anda akan disapa dengan senyum ramah loper koran yang hendak menuju kantor sirkulasi harian Kedaulatan Rakyat.
Sore hingga tengah malam, ada penjual gudeg (masakan khas Yogyakarta) di pojok Jl. Diponegoro. Gudeg di sini terkenal enak dan harganya wajar. Anda bisa makan secara lesehan sambil menikmati pemandangan ke arah Tugu Jogja yang sedang bermandikan cahaya.
Begitu identiknya Tugu Jogja dengan Kota Yogyakarta, membuat banyak mahasiswa perantau mengungkapkan rasa senangnya setelah dinyatakan lulus kuliah dengan memeluk atau mencium Tugu Jogja. Mungkin hal itu juga sebagai ungkapan sayang kepada Kota Yogyakarta yang akan segera ditinggalkannya, sekaligus ikrar bahwa suatu saat nanti ia pasti akan mengunjungi kota tercinta ini lagi.